Home Blog

After the Winding Road

0

Winding Road selalu terlihat indah dalam komposisi foto, Tapi bila kamu lalui itu dalam sebuah roadtrip yang panjang akan terasa melelahkan, situasinya akan menjadi berbeda, tantangannya adalah menaklukan setiap kelokan dengan konsentrasi dan kesabaran, ini bukan sebuah fairy tail, tapi sebuah perjalanan…

Pertengahan tahun 2017 sebuah message masuk ke whatsapp, “Chong, lu masih foto2?” sebuah pertanyaan yang straight to the point untuk merajut sebuah tali persahabatan yang terputus selama 4 tahun “Gue mau married tahun depan, lu bisa fotoin gue?”

Lomba fotografi adalah salah satu pengisi waktu semasa perkuliahan, tiap kali menang biasanya berbagi hasil kemenangan itu untuk asisten yang handle umbrella lighting, btw bisa bayangin punya asisten digodain sama SPG cantik di event otomotif?

Ya, itu adalah Robin Gunawan, teman seperjuangan di FH Tarumanagara 2008, muka ganteng, badan tinggi ala-ala Korea & jago maen basket cukup jadi modal perhatian mahasiswi-mahasiswi pada saat itu, Sayangnya Robin sedikit pemalu dengan cewe, “Lu gablo* banget si Bin, kalo gue jadi lo udah kelar semua itu cewe-cewe fakultas laen gue pacarin” olok-olok kami *.ganteng blo’on

Setelah brainstorming, timeframenya disesuaikan setelah sidang wisuda S2 gue, sembari merancang itinerary dan menunggu pergantian musim di New Zealand

April 2010 Robin menjalin hubungan dengan Ririn, sebuah romansa SMA yang terwujud, pertemuan mereka sekalian menjauhkan hubungan kita, karena dia sibuk pacaran, gym dan basket, dan gue sendiri sibuk dengan pekerjaan fotografi

2013 Robin lulus, dan mulai bekerja, selang 2 tahun ia berangkat ke New Zealand menyusul Ririn untuk melanjutkan pendidikan di Auckland. “Cuek dalam hubungan tapi pekerja keras” tutur Ririn mengenai Robin, namun karangan bunga dan cincin valentine sempat mewarnai hubungan mereka walaupun Robin bukan tipe yang mampu  merangkai kata-kata

Sementara “Keras kepala dan Tahan banting” menjadi sifat Ririn yang terbersit pertama kali di kepala Robin, itu yang membuat hubungan mereka utuh selama 7 tahun dan berlanjut di pelaminan.

Diawali dengan scenery di dermaga Auckland “Gue mau viewnya keliatan jelas, kalau close up, gak perlu jauh-jauh di Jakarta aja” pesan Ririn, sebuah brief yang jelas dan memang, oleh karena itu sebagian besar foto-foto diambil long-shot. Melewati scenery cantik di New Zealand adalah hal yang sia-sia

Mengelilingi Auckland untuk mengambil scene bukit yang terlihat kota dimalam hari dengan latar belakang perkotaan

Hingga menyusuri South Island yang lebih dingin, menyusuri Christchurch kota kecil yang memiliki taman Sakura

Memandang milky way di Church Good of Shepherd dikala malam hari dengan temperatur 0 derajat dengan hembusan angin Lake Tekapo

Menyusuri tepian Lake Pukaki dengan refleksi gunung es yang terlihat magis

Dibalik foto-foto romantis ini, sebenarnya terlalu banyak kata-kata yang gak mungkin diucapin fotografer pre-wedding umumnya seperti, “buruan cium, udah pegel gua!, senyum anj*****ng, buruan dingin ini!” atau berbagai makian-makian yang gak dimengerti penduduk lokal, tapi justru hal-hal seperti itu yang menghilangkan kejenuhan dan kelelahan roadtrip

 

 

BTS Chief Junior Pomade Ads

0

Brief
yang gue dapat dari Chief Company kali ini adalah group shoot untuk iklan Chief Junior Pomade, nah bisa dibayangin, untuk portrait satu kids aja kadang gak semudah yang kita pikir, ada yang moodnya baik, ada pula yang moodnya jelek karena namanya anak kecil itu ga bisa ditebak, harus ada trick2nya supaya mereka happy, dan… mood baik tersebut gak bertahan lama, so… bayangin ada 4 kids untuk project ini, shoot harus cepat dan rela burst shoot untuk dapat momen terbaik.

The Power of Emak2
PR kedua adalah ibu-ibu dari kumpulan anak ganteng ini semua merapat banget mengerubungi lokasi shooting dengan gadgetnya, meanwhile gue jadi mati gaya, mau dikasih tau… ini emaknya sang model, loh jadi ya gue berupaya semaksimal mungkin dengan ruang gerak terbatas dan kebocoran sana sini di kaca.

Chief Modern Face of Tradition – Raditya Beer

0

Chief Snapping Hair Trend 2018 – Raditya Beer with Analog Camera

Chief Modern Face of Tradition – DJ Merdi Diskoria Selekta

0

Chief Snapping Hair Trend 2018 – DJ Merdi Diskoria with Vinyl

Chief Modern Face of Tradition – Arif Tjakra Amidjaja

0

Chief Snapping Hair Trend 2018 – Arif Tjakra Amidjaja with old sneaker

Chief Modern Face of Tradition – Surya Insomnia

0

Chief Snapping Hair Trend 2018 - Surya Insomnia with Royal Enfield

Suzuki RK Cool, Akira, Stinger at Suzuki Bike Meet 2018

0

Kehadiran Andrea Ianonne dan Alex Rins pada Suzuki Bike Meet 2018 kemarin menjadi tagline media-media lain, tapi tidak akan saya bahas disini, karena disini hanya akan bahas sesuatu yang unik dan lucu.

Beberapa teman dari Suzuki RK Cool Community turut datang meramaikan jambore nasional Suzuki tersebut dengan menurunkan 1 Suzuki RK Cool dengan gaya fashion, zaman now menyebutnya Thai Look, dan 2 kakaknya yaitu Suzuki Akira 120  yang pernah diulas di artikel sebelumnya dan Stinger 120, uniknya satu dari 2 Suzuki Stinger ini memang original dari Thailand, bukan konversi seperti kebanyakan Suzuki Stinger yang sudah mejeng di tanah air, apa perbedaan dan keistimewaannya? Simak terus updatenya.

Suzuki Akira Specification

0

Jika kamu adalah penggila motor, Thai Suzuki Motor Company menyediakan beberapa varian Suzuki Akira yang adalah sebuah teknologi mutakhir sebagai jawaban akan kebutuhan semua orang, Suzuki Akira berevolusi menampilkan motor kecil di Thailand dengan dedikasi, penelitian mendalam dengan teknologi modern, Pada saat itu mengingatkan kembali Suzuki Magic yang adalah motor kecil yang sangat khas.

Mesin memiliki sudut 39 derajat dengan volume silinder 110cc, piston x stroke = 54x48mm, yang memuntahkan 14,9 horsepower di RPM 8000, tenaga yang berada diatas sepeda motor yang ada di pasaran, dengan teknologi baru Cool Jet Cooling System yang adalah sistem pendinginan yang unik dari Suzuki pada periode itu.

Teknologi PECS yang sudah dipatenkan memungkinkan gigi berganti disegala kecepatan tanpa sentakan, ini yang membuat transmisi terasa halus, memberikan pengalaman mengemudi yang nyaman, dan cocok bagi setiap anggota keluarga.

High-Torque SCAF wheelbase bersinergi dengan performa yang luar biasa pada mesin, Suzuki Akira juga  membanggakan keunggulan Suzuki Akira dengan penggunaan SCAF frame, yang adalah hasil dari desain komputer yang telah ditest oleh FEM, ini lebih tahan terhadap torsi dan tekanan torsi dari mesin yang bertenaga, Suzuki Akira adalah satu-satunya motor mini-sport yang menggunakan teknologi frame ini.

S hypershock monoshock dikembangkan dengan teknologi modern. Suzuki Akira meluncurkan fenomena lain di dalam dunia sepeda motor di Thailand.

S hypershock monoshock meredam guncangan motor kecil Suzuki, peredam kejut ini memberikan bobot yang lebih ringan dan berkendara yang lebih nyaman, dan stabilitas saat menikung dibandingkan dengan dual shock system, dan pada saat itu Suzuki Akira adalah satu-satunya motor sport yang menggunakan Single Shock Absorber.

Sangat aman dengan disc brakes, sporty meningkatkan kesempurnaan dalam berkendara, Suzuki mengusung pengereman dengan dua piston kaliper dengan diameter disc brake 27mm, yang mana lebih besar dibandingkan dengan motor kecil lainnya, keselamatan tinggi dalam pengereman darurat.

Ban sporty,  dengan desain menarik dan sempurna untuk jalan basah dan kering, meningkatkan kestabilan ketika mengendara dalam kecepatan tinggi.

Speedometer baru dengan indikator bulat, Instrumen yang lengkap, Suzuki akira adalah satu-satunya motor kecil dengan indikator yang bekerja memantau mesin dengan indikator percepatan yang jelas untuk melihat posisi dalam kegelapan, ini adalah fitur unik lain yang dimiliki oleh semua motor setipe pada pasar waktu itu.

Suzuki Akira RU110

Mesin

  • 2 tak, Crankshaft, 6 piece Valve Cooling System with Jet Cooled.
  • 110cc cylinder displacement
  • Piston, Crankshaft 54x48mm
  • Suzuki CCI Sistem Lubrikasi
  • Karburator Mikuni VM18SS
  • 5-kecepatan Transmisi Otomatis
  • PECS Clutch System
  • CDI Ignition System
  • Kick Starter System
  • 4,8 liter Kapasitas Tangki Bensin
  • CCI Kapasitas Oli 1,1 liters
  • Tenaga Kuda 14,9 horsepower pada rpm 8000
  • Torsi Maksimum 1,43kg pada rpm 7000
  • 12 Volt Baterai

Sasis

  • Panjang x Lebar x Tinggi : 645x1800x935mm
  • Wheelbase : 1243,7mm
  • Undercarriage height : 112mm
  • Jarak putar minimum adalah 1922,9mm
  • 45 derajat sudut putar
  • 26 derajat sudut castor
  • Tinggi Jok 711,6mm
  • Berat Kosong 96,2kg
  • Brake System (220)
  • Brake Drum System (110)
  • SCAF Frame System
  • Shocked Telepathic Face,
  • Suspension Shock Single S.Hypershock
  • Ukuran Ban 2.25 – 2.50 17

Suzuki Akira 120 Daytona

4

Artikel Suzuki Akira 120 Daytona ini terlahir dari banyaknya pertanyaan yang mengalir dari Facebook group, seperti “1.abis berapa bikin Akira?, 2. beli body dimana?, 3. berapa harga bodynya? 4. P&P gak sama Satria?”, dan beberapa pertanyaan-pertanyaan 5. straight to the point “asli atau palsu?” Terkadang pengen jawab, tapi males ketik panjang lebar juga di comment, tapi dilain sisi rasanya perlu juga untuk di-publish untuk meluruskan perspektif dari berbagai sudut pandang. Mengenai embel-embel Daytonanya? ah…itu hanya untuk mencirikan atau membedakan dengan Akira yang ada sebelumnya/selanjutnya yang akan public expose di Indonesia satu hari nanti.

Rasanya wagu untuk menulis sebuah artikel tapi milik pribadi, jadi gue akan buat artikel modifikasi Suzuki Akira 120 Daytona ini dengan blog style dengan gue-elo, casual, bercerita, tapi tetap informatif buat yang pengen bikin Suzuki Akira di Indonesia.

Ok, kita mulai  sejenak, kenapa Suzuki Akira yang gue bangun? Sebelumnya gue memiliki Suzuki RK Cool 110cc, dan pada saat itu gue mencetuskan & mengelola sebuah group jual-beli di Facebook Bursa Suzuki RK Cool (BAKUL) ditahun 2014 bersama Adi Nuryanto selaku founder Facebook group Coolriders Indonesia dan Rocky Irawan sebagai admin-nya, pada tahun 2016 lalu muncul postingan beberapa pedagang parts dari Thailand (ya sebagian ada pedagang langsung yang memang memiliki toko, sebagian lagi adalah makelar yang lebih kreatif menyajikan banyak parts-parts menggoda, mereka ini gak punya toko tapi rajin hunting barang tua dan dijual online.) Fenomena makelar online ini juga sudah menjalar di Indonesia just FYI.

Oke kita balik lagi ke topik, pada 2016 di group tersebut muncul postingan body set Thailand domestic market Suzuki RK Cool, berwarna merah kombinasi hitam, biru kombinasi hitam dan hijau kombinasi hitam, silver kombinasi hitam, dan beberapa body set juga untuk Suzuki Akira & Stinger. Awal melihat iklannya, rasa-rasanya ragu untuk beli, maklumlah bahasa Inggris penjual Thailand itu kurang bagus, selain itu juga orang ini baru aja jualan di grup, krisis kepercayaan tentunya besar, gue ajak transaksi pakai Paypal dia gak mau, akhirnya setelah gue putuskan untuk nekat transaksi Body RK Cool Merah kombinasi hitam dengan Western Union yang seperti penjual tawarkan, tapi gue terlambat 1 hari, udah ada orang yang beli, Paragraph ini jawaban pertanyaan nomor 2.

Ok, kita samain persepsi dulu, tujuan beli body dari Thailand tentunya untuk tampil beda dong? yes pastinya semua pembeli harapannya seperti itu walaupun pada akhirnya sekarang sudah keluar stripping motif Thailand karya pengrajin stiker lokal, dan gue udah pasang, biaya yang dikeluarkan kurang lebih IDR 200.000 harga stiker dan 600.000 jasa pengecatan. Hasilnya? Jangan berharap bisa sepresisi yang original tapi ya cukup menghibur. (Gue belom pernah transaksi sama Aan Bagong diatas ini, gue beli dari seller di Instagram hehehe…)

Balik lagi ke topik akhirnya daripada gue gak beli apapun demi mewujudkan mimpi punya motor yang tampilannya beda sama yang lain, gue beli body set untuk Akira M 120 (Cowling, Legshield, Cover Left & Right, Front Fender) itu gue tebus (seharga sekitar hampir 3 jt IDR pada saat itu kurs baht sekitar >350), warnanya ungu biru/sebaliknya, karena memang warnanya seperti lembayung, sometimes ungu banget, sometimes biru. Paragraph ini jawaban pertanyaan nomor 3.

Project ini emang sama sekali gak direncanain, punya Satria 120 pun setelah beli body set, bener-bener dadakan, dan beli tiket pesawat juga setelah beli Satria, saat itu gue cuma naif semuanya akan mudah dengan bekal pengalaman pernah merestorasi & modifikasi mobil. Gue langsung cari apa aja yang harus gue beli baru supaya hasil akhirnya terlihat fresh, seperti speedometerheadlightbrake lamp, rear fender, 2t oil tank, cover legshield, seat assy with bracket and tow, ignition key & rear lock, rear handle , under-cowling, wiring harness, kurang lebih habis (4,5jt IDR).

Setelah gue beli barang-barang tersebut dari berbagai website online Thailand, salah satunya yang terbesar adalah kaidee.com (forum olx nya thailand), gue masih belom yakin gue udah beli semua yang gue butuhin untuk konversi Satria ke Akira, konklusinya dengan bantuan teman di Thailand gue beli Suzuki Akira yang masih utuh (seharga 2jt IDR) include ongkir ke Bangkok dengan kondisi memprihatinkan.

Setelah barang-barang komplit perjalanan ke Thailand dimulai, gue sangat berhutang budi dengan teman gue, karena jumlah total belanjaan ada 8 dus, setiap hari dia harus angkut 1-1 dari kantornya ke rumah karena shipping address pembelanjaan ke kantornya.

Gak berapa lama gue ke bengkel untuk strip-off Akira yang beli disana, dipretelin satu-satu kurang lebih jasa seharga (500.000 IDR), gue bisa dapetin tangkinya, front end suspension, used speedometer dan pernak-pernik yang memang susah dicari. (That’s why gue sekarang punya 2 set body, Suzuki Akira versi body yang pertama dengan spesifikasi RU110 dan Suzuki Akira Young).

Karena ukurannya besar chassis gue tinggal di rumah temen gue di pinggiran Bangkok, tapi mesin pengen gue bawa karena transmisinya 5 percepatan dan ada slot untuk cable RPM ke speedometer. Gue maksimalin packaging semua parts dalam 2 buah box besar,

1 untuk gue hand carry (lolos tanpa bayar pajak sepeserpun… gue juga bingung), dan 1 lagi machine parts gue kirim via air post yang menghabiskan dana sekitar (1,5 jt IDR) (which is ini ketahan di bea cukai dikirimin surat yang isinya harus datang bawa surat nomor pengenal importir, ribet lah akhirnya sia-sia dan hangus), ya udah sementara pake mesin Satria aja gak apalah pikir gue.

Setelah sampai Jakarta, gue towing Satria yang gue udah dapetin ke bengkel temen lama gue SAS Bodywork, bengkel restorasi dan modifikasi mobil, dia yang fitting body Akira ke chassis Satria 120R lumba, disana baru ketauan bahwa chassis Satria 120R dengan Akira jauh berbeda, nah ini informasi yang butuh pembaca tau, kalo ada pertanyaan “Plug and Play gak bro body Akira ke Satria 120R?” Kagaaa brooo….. pusing dan kusut tukang las nya, mentok sana-sini bro, rumah Aki di chassis Satria itu besar sekali dibanding rumah Aki chassis Akira, solusinya rumah aki bagian bawahnya dipangkas, dikecilin lagi ukurannya mengacu ke panel plastik dibawah jok yang gue bawa dari motor copotan, trus masalah barunya ya harus nambah panjang chassis di sekitar rumah aki tersebut, lalu posisi chassis setelah rumah aki ke belakang juga kepanjangan harus dipotong karena buntut Akira itu pendek. Belum selesai sampai sana ukuran tangki bensin juga jauh lebih ramping, posisinya pun mundur, kalau engga dimundurin, body gak akan bisa masuk, dan parts copotan dari Thailand pun bisa digunain semua.

Butuh waktu 1 minggu untuk konversi ini sampai body bisa ngeplak kepasang semua. (Biayanya? 2 juta IDR include towing.) Ini jawaban untuk pertanyaan nomor 4.

Selesai dari bengkel las, motor gue gendong lagi ke Autolook di Kebayoran Lama, bengkel spesialis pengecatan mobil, mulai dari mobil biasa sampai dengan Lamborghini & Porsche RWB, mereka jarang banget kerjain pengecatan motor, kecuali kerabat. Disini gue dan Dana selaku kepala bengkel brainstorming bareng mulai dari konsep road race tapi untuk daily use , sampai dengan tentuin color scheme, Blue/Purple, Gold, Red, disini juga masih pengerjaan chassis, merubah lubang dudukan footstep dari Satria ke Ninja R 150, custom front end suspension karena menggunakan kaliper Brembo 4 piston, kaliper mentok velg, solusinya dibuatkan spacer antara disc brake berukuran 300mm dengan velg, selanjutnya disc mentok bottom shock juga, akhirnya bottom shock berkorban dipapas supaya roda depan bisa berputar, dengan clearance sekitar 1mm. Pembuatan bracket CnC untuk kaliper depan dan belakang, pembuatan tulang untuk cowling/batok depan, setelah semua selesai rangka masuk oven untuk pengecatan. (Biaya yang gue abisin disini sekitar 3jt IDR include towing.)

Setelah selesai akhirnya motor dibawa ke bengkel Clio Racing di Manggarai Utara untuk , pasang cable body baru dan setting lampu-lampu supaya hidup, check up mesin + tune up habis (500.000IDR) darisini juga gue tau bahwa blok gue udah OS 150 baret parah, akhirnya gue lepasin roda depannya dan gue gendong naek Jazz, ini motor udah kenyang naek towing, bangkrut gue lama-lama hahaha!

Akhirnya pulang juga lah motor ini, tinggal urusan ganti blok mesin copotan OS50 Satria yang masih perawan komplit piston dan head (600.000 IDR), urusan printilan asesoris, kayak papas jok, ganti kulitnya, lalu pasang master rem, selang rem, dan chrome beberapa parts yang memang rasanya harus di chrome, dan menempel beberapa stickers (kurang lebih ada habis 400.000 IDR)

Walaupun masih jauh dari kata ‘selesai’ tapi burtor 2017 lalu jadi debut pertama, walaupun lebih banyak dukanya daripada sukanya, tapi cukup senang bisa menambah warna baru dunia 2 tak Indonesia, kedepannya bakal gue selesain sampe bener-bener proper, kebut dan bener-bener safety.

Btw mengenai pertanyaan abis berapa, terus terang gue agak sucks dan males mengenai angka-angka dan berhitung, tapi setidaknya dengan angka-angka diatas ada gambaran budget aja buat yang pengen bangun Suzuki Satria 120R jadi Suzuki Akira 120, harga jasa bengkel tentunya relatif tergantung bengkel mana yang kerjain dan budget juga akan berubah saat menentukan performance parts dari brand apa aja yang akan dipakai.

Nah artikel ini juga buat ngejawab pertanyaan si mas ganteng mengenai ini Akira asli apa palsu? hehehe ini palsu tapi ampir semua parts yang nempel original koq, sisanya cuma rangka, sama crankcase include ratio yang semuanya gue lagi urus untuk masuk ke Indo, satu lagi info yang gue mau kasih tau, sehebat apapun konversinya chassisnya gak akan bisa 100% sama seperti Akira, karena dimensi chassis yang berbeda jauh. Sebagai penutup ini adalah jawaban pertanyaan nomor 5.

Spec

  • Satria 120R 2002 Kenny Robert
  • Suzuki Akira Young M120 OEM Argentina Livery body set
  • Suzuki Akira OEM Front End Suspension except Inner Tube Suzuki RK Cool
  • Footworks : Daytona 3 spoke 17×1,60 front & rear, IRC Razzo 221 90/80 front & rear, Brembo RC19 Master, Brembo 4 piston front Caliper, Daytona front disc brake, Daytona brake hose front and rear, Brembo accesories rear Caliper, accesories rear disc brake.
  • Drivetrain : Daytona Chain Set, Daytona Duralumin Sprocket 415-47, TK Racing 415-17 Front Gear
  • Cockpit : Daytona Quick Throttle, Daytona Handfat.
  • Engine : Stock OS50, DBS exhaust (Genuine/Fake i don’t know, i bought it 2nd condition)

Rocket Bunny FT86 with Rotiform HUR

0

Ini adalah suatu proses perkembangan wujud pada Rocket Bunny FT86 Kiki Anugraha yang melibatkan perubahan penampilan fisik dan/atau struktur. Ya… sebuah metamorfosis, meski tidak merubah tampilan warna mobil tapi style yang dianut Kiki sekarang beranjak ke permainan yang lebih serius dan ekstrim. Beberapa kali disinggung, apakah berminat ganti warna mobil, “Papi… mobil ane dari dulu warnanya putih, warna kesukaan ane…” tutur Kiki sembari tertawa tanpa henti.

Setelah bosan dengan Street Racing style bermodalkan Work CR2P Stancenation Edition, kali ini Kiki mencoba bermain dengan fitment game yang dianut oleh cambergang, dappers, or whatever you name it…, yang jelas semakin rebah dan semakin lebar, membuat semua orang menoleh.

Berbicara dalam fitment game, design & brand is the key of success, walaupun fitment maksimal namun mengenakan velg keluaran lama, ibarat model catwalk dalam dunia fashion, kamu tidak akan melangkah dalam Paris Fashion Week, sorry you are out of date. Filosofi tersebut berjalan searah dengan industri otomotif, ada yang bisa membantahnya?

Minus Camber selalu menjadi sebuah kontroversi di social media, love it or hate it, how about you? You would say ‘Dat ass’ or you are form follow function principles?

Pilihan Kiki tertuju kepada Rotiform HUR,  bagaimanapun saya sedikit tertawa dengan ucapan seorang teman “Ini pasti desainernya nyontek dari kunci dop BBS”, yes… saya pun sependapat dengan bentuk spokenya yang menyerupai kunci dop BBS yang sangat unik.

Selain desain dan brand, tentunya ukuran menjadi faktor besar dalam fitment game, kamu bisa lihat Rotiform HUR 3 piece forged ini memiliki kemiringan spoke (concavity), dan lips bertingkat (elevated lips).

Saya tidak mengatakannya Tailored Made yang berkesan diukur dari badan, tapi saya ucapkan Bespoke, yes made to order by Permaisuri, Kiki memang memesan fitment yang memungkinkan velg tersebut untuk terlihat celong dan concave, visual tersebut didapatkan dengan dimensi 19×11″ et -40 dan 19×13″ et-38, velg tersebut mendarat di markas Permaisuri di jalan Mahakam 1 no:5 dalam waktu satu bulan setengah, jika dihitung dalam skala pabrikan ‘Rotiform’, jelas ini dikategorikan sangat cepat mengingat SEMA sudah didepan mata dan antrian velg sangat panjang! Yes, ini spesifikasi yang gila! Lantas bagaimana nasib overfender Rocket Bunny yang telah menempel? Ini lebih gila lagi, for the sake of originality, Kiki bersikeras merobek overfender Rocket Bunny aslinya, dimana orang lain tentu akan berpendapat bahwa lebih baik di-copy dengan material fiber dan di-expand, tapi tidak demikian yang terjadi. Vino dari Platinum mendapat mandat untuk mempertahankan overfender tersebut lalu dilebarkan dengan natural look, dan hasilnya? Awesome walaupun delivery timenya diambang batas pada car show Elite di Ice BSD.

Recaro SR7 terlihat terpasang rapi dalam kokpit 86 ini, ya seakan modifikasi tidak boleh terlewati dalam semua aspek.

Specification

Suspension :
  • Ksport coilover & Bagged 2 channel
  • Airlift Management System
  • Viair corp air compressor
  • Cusco Camber Kit
  • Cusco Lower Arms
  • Cusco Power Brace
  • Cusco Under Brace
  • Cusco Front Strut Bar
  • Cusco Rear Strut Bar
  • Alcon Big Brake Kit 350mm 6pot & 4pot
Exterior :
  • Full Rocket Bunny 86/FRS/BRZ Wide Body Aero Kit Version 2
  • Varis Toyota 86/ZN6 Carbon Fiber Cooling Bonnet repainted to Satin White Pearl
  • OEM Scion FRS Emblems
  • Carbon Fiber Side Vents
  • OEM 86 Facelift 2017 taillights
Interior :
  • Recaro SR7
  • Carbon Fiber door handle trim
  • Carbon Fiber Shifter Trim
  • Carbon Fiber Steering Wheel Trim
  • Carbon Fiber Dashboard Trim
  • Carbon Fiber AC Trim
  • TRD Red Engine Start Button
  • TRD Door Stabilizer
  • Cusco Handbrake Button
  • 86 Logo Steering Wheel, Originally Was a Toyota Logo
Audio
  • JBL. Split GT 608C Speakers
  • Rockford Fosgate Power 300,4
  • Rockford Fosgate P1. 10” Subwoofer
Engine :
  • CUSCO Intake Hose
  • CUSCO Oil Catch Can(OCC)
  • CUSCO Battery Tie Down
  • SAMCO Radiator Hose
  • SARD Carbon Intake Pipe
  • SARD Cooling Reserve Tank
  • ARC Super Induction Box
  • Carbon Fiber Engine Cover
  • Carbon Fiber Fuse Box Cover
  • Carbon Fiber Pulley Cover
  • Carbon Fiber Generator Cover
  • TRD Radiator Cap
  • TRD Fuel Cap Cover
  • Tomei Unequal Length Exhaust Manifold Non-Resonator
  • Powerhouse Amuse Titanium R1 STTI Full Exhaust System
  • AVO Silicon Sound Pipe
  • Pivot Throttle Controller
  • Pivot MegaRaizin
  • Toda Coils
Wheels :
  • Rotiform HUR 3pcs deep concave rivet exposes with elevated lip and special color
  • Face : brushed monaco copper
  • Lip : gloss monaco copper
  • F : 11/19 et -40
  • R : 13/19 et-38
  • Toyo
  • F : 265/30/19 T1sport
  • R : 315/25/19 T1R